dan hiduplah selamanya

10:44 PM

"Hiduplah di manapun sampean berada. Entah di balik kubikel-kubikel, entah di balik kemudi, entah di bawah langit luas, entah bersembunyi di bawah tanah sekalipun. Teruslah hidup meski seluruh dunia mengecap sampean telah mati. Teruslah hidup meski sampean merasa seolah hidup dan mati sampean tidak mempengaruhi apapun saja. Teruslah hidup karena itu tanggungjawab sampean terhadap Tuhan sampean.
Hidup itu bukan sekadar menghirup oksigen ke paru-paru, bukan soal mengalirkan darah dari dan ke jantung, bukan perkara fisik semacam itu saja. Hidup juga bukan tentang menjalani rutinitas tanpa henti, juga tidak tentang memenuhi tantangan-tantangan yang terus meningkat, atau juga bukan tentang pencarian pengetahuan dan pengalaman yang tak berkesudahan.
Hidup lebih luas dari batasan-batasan definisi itu. Hidup adalah tentang bagaimana sampean menghidupkan kehidupan sampean sendiri. Bagaimana menggairahkan keloyoan sampean terhadap hidup itu sendiri, menggelegakkan darah yang sudah lama tak terkesiap. Itulah hidup beserta petualangan-petualangannya.
Meskipun sampean terdiam di balik meja kerja di tempat nyaman ber-AC, jantung sampean berdetak kencang mengejar tujuan. Meskipun sampean terpanggang matahari, kepala sampean tetap dingin dan memandang penuh kesejukan. Meskipun dan seribu meskipun lainnya selalu bisa diakali, dicerdasi, hingga bisa menemukan keluasan di himpitan keadaan. Hingga ujungnya nanti, hidup sampean tergantung pada cara sampean memandang dan menyikapi kehidupan sampean itu sendiri.
Hiduplah sebagaimana ruh sampean yang tidak akan pernah mati. Yang ia hidup bahkan jauh sebelum dihembuskan ke dalam raga manusia sampean. Yang ia tetap hidup meski raga sampean sudah menyerah dan membusuk di pelukan tanah. Tetaplah hidup, meskipun sampean merasa telah, sedang, dan akan menjemput kematian.
Akhirnya nanti, sampean akan memahami perkataan Maulana Rumi yang berbunyi, 'makamku bukan nisanku, makamku ada di hati mereka yang merindukanku.' Itulah hidup, ketika sampean sudah menemukan lapis demi lapis pelajaran yang disembunyikan kehidupan.

You Might Also Like

0 comments